BERGAYA DENGAN CAT RAMBUT
Trend Cat Rambut…
Rambut merupakan mahkota yang indah bagi para wanita. Tak heran bila para wanita rela mengeluarkan dana yang tidak bisa dikatakan sedikit hanya untuk perawatan rambut saja. Perawatan yang dilakukan bisa dilakukan dirumah ataupun di salon. Selain melakukan perawatan, mereka juga bereksperimen dengan rambut mereka sendiri. Salah satu eksperimen yang sering dilakukan oleh para wanita yaitu mengganti warna rambut atau mengecat rambut mereka.
Mengganti warna rambut ini rupanya menjadi trend di kalangan wanita karena visualisasi keindahan yang terpancar dari tata rambut dapat menciptakan sebuah citra tersendiri bagi para wanita. Terlihat modis, fashionable dan trendy itulah yang dicari wanita dengan mengganti warna rambutnya. Maka dari itu pantaslah mewarnai rambut hampir tidak bisa dipisahkan dari wanita.
Jenis Cat Rambut???
Pada dasarnya, jenis cat rambut dapat dibagi menjadi dua, yaitu: yang pertama menurut dari lama bertahannya pewarna itu pada helai rambut dan yang kedua menurut bahannya.
Mana yang Lama Bertahan???
Menurut dari lama bertahannya pewarna itu pada helai rambut ada tiga jenis cat rambut, yaitu: pewarna rambut temporer (sementara), semi permanen dan permanen. Berikut perbedaan pengaruh proses pewarnaan rambut pada ketiganya.
Cat Rambut Temporer
Biasanya cat rambut temporer ini hanya bertahan dalam satu kali pencucian rambut. Zat warna pada pewarna rambut temporer biasanya bebas peroksida dan amonia sehingga tidak mengakibatkan kerusakan komponen rambut. Saat mengecat rambut dengan cat rambut temporer, yang diwarnai adalah bagian luar, yaitu bagian kutikula. Jadi, hanya melapisi seperti cat dan mengenai bagian kutikula saja.
Meskipun relatif aman, jika tanpa dilengkapi dengan perawatan khusus, ujung rambut akan pecah-pecah dan kasar jika digunakan terlalu sering. Hal ini karena kutikula adalah bagian rambut yang menahan penguapan air. Bila kutikulanya rusak, akan membuat rambut rapuh karena tak bisa menahan air. Jika rambut mengandung air, pasti akan lebih lentur. Pada kondisi rambut yang kutikulanya rusak, molekul cat bisa terserap sampai kedalam helai rambut. Pengecatan rambut juga bisa menyebabkan reaksi iritasi seperti ketombe. Ketombe ini merupakan alergi ringan di mana kulit kepala yang belum waktunya mengelupas, sudah mengelupas.
Cat Rambut Semi Permanen
Biasanya cat rambut semi permanen ini hanya bertahan tiga sampai empat minggu karena penetrasinya tidak terlalu kuat. Cat rambut semi permanen biasanya digunakan untuk menutup uban dan menambah kilau rambut. Zat warna yang dipakai biasanya berat molekulnya relatif rendah sehingga cat rambut jenis ini akan menghilang setelah empat sampai enam kali pencucian rambut.
Cat Rambut Permanen
Umumnya, jenis cat rambut yang permanen bertahan antara dua sampai tiga bulan. Untuk mendapatkan hasil maksimal, harus dilakukan pengecatan kembali. Untuk cat rambut permanen, disini terlihat benar-benar seperti menggantikan pigmen (zat warna) rambut, dimana cat rambut masuk sampai ke bagian korteks. Jika terdapat inflamasi atau peradangan, itu berarti kulit kepala tidak cocok dengan cat rambut tersebut, karena dapat merangsang pembuluh darah dalam medula. Jika sudah masuk medula, bahayanya lebih besar. Saat sedang dalam proses membentuk perubahan warna di dalam korteks, otomatis mengenai kutikula dan korteks. Korteks ini dapat menyalurkan zat-zat asing ke lapisan medula yang mengandung pembuluh darah dan mengalirkan zat asing ke seluruh tubuh.
Kandungan Bahannya???
Menurut bahannya, cat rambut dapat dibagi menjadi dua, yaitu cat rambut dari bahan kimia cat rambut dari bahan tumbuh-tumbuhan (hena).
Cat Rambut dari Bahan Kimia
Cat rambut dari zat kimia selama ini disebut-sebut bisa menyebabkan kanker darah. Meskipun sebetulnya belum bisa dibuktikan secara pasti. Yang pasti, cat rambut bisa memicu eksim kontak (dermatitis kontak). Disini timbul rasa gatal, biasanya dari kepala, terus ke muka dan bisa pula badan. Bahkan, pada bentuk yang agak hebat, timbul urtikaria (bengkak biduran), yang cepat menjalar. Begitu dipakai, langsung terjadi reaksi bengkak biduran di kulit kepala, sampai akhirnya bengkak pada saluran pernapasan yang bisa berakibat fatal. Sementara kalau eksim, tipenya lambat. Sekarang terkena cat rambut, satu atau beberapa hari kemudian baru timbul gatal-gatal.
Disarankan sebelum memakai cat rambut sebaiknya dilakukan tes alergi, yaitu dengan cat rambut dicoba terlebih dulu di belakang telinga. Oleskan dan biarkan selama 24 jam. Bila tidak menimbulkan rasa gatal atau pembengkakan, berarti cat rambut tersebut cocok.
Cat Rambut dari Tumbuh-Tumbuhan (Hena)
Jenis kedua adalah cat rambut dari tumbuhan, yang biasa disebut hena. Ini lebih aman, karena mengandung substansi organik dari tumbuh-tumbuhan alam. Pemakaiannya bisa dilakukan dengan menggunakan air jeruk lemon agar proses pewarnaan lebih cepat atau diberi telur ayam agar lebih melekat ke helai rambut dan anggur merah untuk memberi warna merah yang lebih cerah. Efek sampingnya tidak terlalu banyak. Hena ini juga mengisi bagian dalam rambut. Sementara cat rambut kimiawi, hanya melapisi bagian luar rambut, tidak bisa meresap ke dalam rambut
Pilih yang Paling Sesuai….
Warna rambut yang dipilih sebisa mungkin harus sesuai dengan corak kulit wajah atau tidak jauh dari warna kulit. Nah inilah beberapa pedoman untuk memilih pewarna rambut yang sesuai dengan corak kulit wajah.
- Light Warm Skin Tones.
Jika warna kulit cokelat terang, dengan warna bola mata cokelat, amber (cokelat tua), hijau atau hazel. Warna rambut yang sesuai adalah warna-warna hangat, seperti strawberry blonde dan light brown dengan highlight keemasan.
- Medium to Deep Warm Skin Tones.
Kulit cokelat kemerahan cenderung gelap dengan warna mata amber. Warna rambut gelap bisa dicoba, misalnya golden brown, chestnut, honey brown, copper, atau mahogany.
- Light Cool Skin Tones.
Kulit terang dan pucat dengan warna mata biru terang, keabuan, turquoise. Warna rambut ashy membuat kulit wajah terlihat memikat. Misalnya silvery blonde, light brown, platinum blonde, dengan highlight warna yang lebih terang.
- Medium to Deep Cool Skin Tones.
Kulit light olive, dark olive, dark brown, atau ebony dengan bola mata cokelat, hitam, biru kehijauan, biru atau hijau. Warna yang cocok adalah cokelat, plum, atau hitam dengan highlight plum atau burgundy.
Mengapa Bleaching???
Ada satu proses yang harus dilalui jika ingin mengecat rambut dengan warna lebih terang dari rambut sendiri yaitu bleaching atau bisa dibilang mematikan pigmen rambut. Setelah itu, barulah dimasukkan warna yang diinginkan. Jika tidak di-bleaching, warna cat rambut yang baru tidak bisa masuk. Dengan kata lain, pigmen asli rambut dimatikan dan digantikan dengan pigmen baru. Zat yang digunakan dalam proses bleaching ini mengandung amonia dan peroksida tinggi yang akan menyebabkan proses oksidasi terhadap protein-protein rambut. Padahal, protein bagus untuk kesehatan rambut. Peroksida melepaskan proses oksidasi protein rambut dan protein jadi hancur. Rambut akan menjadi sangat rapuh.
Tips Mewarnai Rambut Dirumah
Bagi yang merasa atau terlalu berat untuk melakukan pewarnaan rambut disalon, pewarnaan itu sendiri dapat dilakukan di rumah saja. Nah, ada baiknya mengikuti tips mengecat rambut berikut agar hasil yang diperoleh maksimal:
1. Sebelum pengecatan dilakukan, olesi terlebih dahulu bagian dahi, pelipis, tengkuk, dan telinga dengan baby oil.
2. Bila menginginkan hasil pewarnaan yang baik, terutama untuk rambut beruban, pilihlah cat rambut yang permanen yang dapat mengubah keseluruhan warna rambut untuk waktu yang lama.
3. Berhati-hatilah pada waktu pengecatan. Jangan sampai larutan cat masuk ke dalam mata atau selaput lendir lainnya. Jika tidak sengaja masuk, cucilah mata dengan segera dan carilah pertolongan dokter.
4. Sebaiknya tidak mengenakan cat rambut di saat sedang mengandung, kecuali telah berkonsultasi dengan dokter.
5. Setelah dilakukan pengecatan, biasanya terdapat bercak-bercak sisa cat rambut pada kulit. Hilangkan segera dengan penghapus cat rambut (color ex) yang dapat dibeli di toko kosmetik.
6. Sebelum melakukan pengecatan, sebaiknya melakukan tes tempel pada kulit. Tindakan ini perlu untuk mengetahui, apakah terjadi alergi pada jenis cat rambut tertentu. Caranya, siapkan sedikit cat rambut yang telah dilarutkan dengan pencair. Oleskan pada beberapa bagian kulit, antara lain pada kulit di belakang telinga, kulit pada lipatan tangan atau daerah leher. Biarkan mengering dan diamkan sedikitnya 1x 24 jam. Jika pada saat pengetesan tersebut kulit tidak meradang atau timbul iritasi, maka untuk sementara dianggap aman memakai cat rambut tersebut.
7. Untuk perawatan, jangan mencuci rambut terlalu sering. Cucilah seminggu sekali. Dan, pilihlah sampo yang ringan. Hindari menggunakan sampo antiketombe, karena mengandung bahan kimia yang dapat mempengaruhi warna rambut.(^v^)




