Hasrat untuk Cepat Hamil
July 5th, 2010
admin
Ingin cepat punya bayi. Itulah jargon yang kerap kali terdengar dari pasangan yang baru saja menikah. Terlebih lagi tuntutan dari orang tua yang ingin cepat-cepat menimang cucu membuat mereka kelabakan untuk mewujudkannya. Belum lagi pendapat orang-orang yang mengatakan bahwa tujuan utama menikah adalah untuk punya anak. Hal ini dapat dibuktikan dari omongan-omongan seperti, “Kapan menikah? Sekarang umurmu kan sudah kepala empat. Nanti kalau sudah terlalu tua, kehamilan cukup berisiko lho. Apa kamu tidak ingin punya bayi?”
Pernyataan-pertanyaan seperti itulah yang sedikit banyak telah memunculkan keinginan para pasangan baru untuk cepat punya anak. Pihak istri pun diharapkan untuk cepat hamil. Lagipula diyakini juga bahwa keadaan anak dalam suatu rumah dapat menyemarakkan kehidupan di dalam keluarga tersebut. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan kiranya apabila seorang istri ingin hamil secepatnya.
Tidak terlalu mengejutkan juga kiranya apabila kemudian penjual obat untuk bisa hamil menjamur di mana-mana. Selain itu, layaknya orang yang mengidap penyakit tertentu, beberapa wanita yang belum bisa hamil juga ramai memeriksakan diri ke dokter spesialis maupun ke tempat-tempat praktik yang bermunculan di pinggir jalan. Mereka berharap untuk cepat hamil sebab mereka ingin punya anak. Memang ada sebagian wanita yang berhasil hamil setelah berobat ke tempat-tempat tersebut. Namun, ada juga yang tidak menampakkan hasil alias perut mereka tetap tidak “berisi” padahal banyak uang telah dihabiskan untuk sekadar bisa cepat hamil. Bukan kesalahan mereka jika mencoba berobat ke sana-sini dengan harapan untuk cepat punya anak dan bukan salah mereka juga kalau ternyata mereka belum bisa hamil.
Kajian tentang hal ini menunjukkan bahwa ketidakmampuan wanita untuk cepat hamil sebagian besar disebabkan lantaran adanya gangguan reproduksi. Studi dari beberapa kasus menyebutkan bahwa ternyata sebagian besar wanita baru mengalami gangguan reproduksi sesaat setelah umur mereka tidak lagi remaja. Hal ini disebabkan entah karena pola hidup yang kurang sehat atau asupan makanan yang tidak berimbang. Oleh karena itu, lebih baik selalu menjaga kesehatan sebab pola hidup hari ini merupakan investasi kesehatan di masa mendatang.





