Persiapan Pernikahan

January 27th, 2009

Mau Nikah…Nanti Dulu…..!

”Musim hujan adalah musim kawin.  Habis Kawin Nikah deh”.  Ini adalah joke yang sering dijadikan bahan leclucon bagi banyak orang.  Tapi benar nggak ya..Tentu saja tidak!  Mana ada nikah pake musim.  Kalau begitu musim kemarau nggak ada yang nikah dong.

Tapi kalau yang ini benar-benar bissa dipertanggung jawabkan kebenarannya, Pre-Nuptial Agreement.  Ini dalam bahasa Indonesianya berarti perjanjian pra nikah.  Lantas kenapa mesti ada perjanjian pra nikah?  Biasanya orang awam pasti keberatan dengan perjanjian ini dengan alasan menikah kan saling mencintai.

Dengan perjanjian ini artinya tidak saling mempercayai.  Itu salah besar!  Semua pasangan yang akan menikah ada baiknya membuat perjanjian ini.  Yah untuk menjaga hak-hak terutama bagi istri.

Berdasarkan kasus-kasus yang banyak terjadi, sudah semestinya para istri mulai membuat agareement ini untuk melindungi hak-haknya.  Terutama bagi mereka yang akan menjalani pernikahan antar bangsa.  Pada umumnya, setelah menikah jika sesuatu hal terjadi, para istri atau kaum wanita akan selalu terjamin.  Beda dengan tahun-tahun sebelumnya.  Kesadaran para wanita ini masih relatif rendah dulu.

Alhasil, mereka selalu dirugikan.  Dalam perceraian, pihak wanita biasanya tidak mendapatkan hak asuh anak.  Anak biasanya jatuh ke tangan pihak laki-laki.  Mungkin ini disebabkan karena bangsa kita menganut sistem patrilinear ya…semua harus laki-laki yang dapat.

Dalam kasus pernikahan antar bangsa juga hal ini kerap terjadi.  Si ibu sering kehilangan anaknya karena status kewarganegaraan si anak ikut ayahnya.  Untung saja ada undang-undang baru yang mengatur pernikahan antar bangsa ya.  Jadi tertolong deh….

Cara-cara membuat perjanjian ini tidak begitu susah kok.  Tinggal pergi saja ke kantor pengacara, ada saksi terus disahkan deh.  Jangan lupa yang bersangkutan harus datang juga, dalam hal ini pasangan yang akan menikah. Isinya pun bisa ditentukan sendiri tergantung apa yang ingin dilindungi.  Contoh umum dalam pernikahan campuran isinya kebanyakan menyangkut tentang properti dan pemisahan hak milik.

Ada juga yang memasukkan ahli waris kepada siapa properti akan diwariskan.  Ini agak mirip ya dengan surat wasiat.  Tapi, ini menyangkut antara dua individu yang akan nikah aja kok.   Yah… banyak situs yang bisa diakses tentang Pre-Nuptial Agreement ini.  Artikel-artikel yang mengulasnya pun banyak, tinggal pilih yang mudah dimengerti saja.

Aplikasi perjanjian pra-nikah di Indonesia ternyata masih belum meluas.  Banyak yang masih belum pernah mendengar perjanjian pra0nikah ini.  Yang umum di dengar hanya Harta Gono-Gini.  Ini beda loh ya.  Wanita modern yang sering mengakses internet atau memiliki pergaulan yang luas pasti sudah familiar dengan ini.

Tapi bagi yang tinggal agak di pinggiran dan kurang gaul pasti kurang tahu tentang ini.  Sosialisasi tampaknya sangat dibutuhkan.  Bukan kerjaan mudah memang, butuh waktu.  Sebenarnya sistem ini bukan dari Indonesia.  Tapi dari negeri sana, luar negeri.  Banyak wanita maju yang mulai sadar dan ingin melindungi hak-haknya jikalau terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Jadi, wanita Indonesia juga mesti sadar dong akan hak-haknya.  Lakukan sebisanya deh demi masa depan dan kebahagiaan.  Tapi, kesempatan ini bukan untuk hal yang tidak baik ya….ini untuk perlindungan dari ketidak adilan.  Syukur-syukur ketemu jodoh yang baik hati, ramah tamah dan rajin menabung (jadi ngelantur…).

Coba yang ringan tangan alias suka main tangan atau maunya untung sendiri.  Dijamin perjanjian ini akan sangat membantu.

Tags:

Leave a Reply

Filled Under: Keluarga