STOP SEKARANG JUGA
Tidak hanya harta yang bisa diwariskan ortu. Ada pepatah yang menyebutkan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Tidak hanya fisik atau penyakit yang bisa menurun dari ortu, tetapi juga sikap, tingkah laku dan kebiasan.
Sifat seseorang terbentuk dari cara pendidikan dan nilai-nilai yang ditanamkan oleh lingkungan. Berhubung orang tua merupakan lingkungan yang paling dekat dengan kita , mereka inilah yang menjadi role model kita. System pendidikan dan cara kita dibesarkan oleh orang tua sangat membentuk sifat seseorang walaupun lingkungan lain seperti sekolah dan pergaulan juga berperan penting .
Sayangnya tidak semua warisan orang tua itu baik. Tapi bukan berarti kita tidak bisa memutus riwayat sifat buruk dan cara mendidik itu. Pertama, kita harus bisa mengidentifikasikan ‘warisan’ kurang baik yang mungkin akan menimpa kita . Misalnya saja melakukan refleksi diri sikap kita selama inii atau minta masukan dari orang terdekat. Kita juga harus siap dengan resiko memperoleh feedback jelek .
Selain itu, kita perlu melihat sifat orang tua mana saja yang sebaiknya tidak ditiru. Misalnya, kita sering melihat ortu terus-terusan mengeluh. Kalau kita tidak mau ketularan ,kita harus berani melakukan perubahan soalnya kalau tidak ada motivasi, dijamin gagal total!
Atau mungkin ortu kita kebetulan termasuk orang yang kelewat protektif. Akibatnya kita jadi keenakan dan kurang mandiri. Sebenarnya kita bisa memotivasi diri untuk mulai belajar hidup mandiri.
KENALI DAN RUBAH SEKARANG
Kebiasaan atau sifat mana yang mungkin diwariskan orang tua pada kita? kenali tandanya plus solusinya dalam tulisan berikut ini .
KURANG PEDE
Tanda-tandanya : ortu sering menyangsikan kemampuan kita. Yang pada akhirnya kita tumbuh menjadi sosok yang minder. Saat diberi tugas oleh bos, reaksi pertama kita , “ yah.. kok, sudah ada tugas lagi?” atau “aku tidak bisa mengerjakan tugas ini” terlalu berat !.., begitu pula saaat berhadapan dengan rekan kerja yang cantik, kita langsung berkomentar “kenapa kulitku tidak bisa sebagus dia?”
Solusinya : tahukah anda bahwa banyak sekali waktu yang akan terbuang untuk mengeluhkan semua kekurangan kita, tanpa mau melihat potensi atau kelebihan kita. Kalau begini terus kapan bisa maju ?
Tidak perlu merasa minder. Setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah menonjolkan kelebihan dan mau memperbaiki diri, tidak gamapang memang. Tapi masih belum terlambat. Cobalah untuk menghargai diri kita sendiri. Mungkin kita tidak bisa bekerja cepat tappi kita adala pekerja yang teliti. Cewek yang bisa menghargai dirinya sendiri akan terlihat lebih menarik daripada cewek yang selalu mengeluh dan merasa rendah diri. Percayalah bawa kedua sifat itu tidak ada untungnya sama sekali.
KURANG MANDIRI
Tanda-tanda : melihat nyokap yang tergantung banget pada bokap, maklum tidak bekerja, kita jadi ikut-iktuan tidak pede jalan sendiri. Kemana-mana selalu mengajak teman. Mulai dari makan siang sampai ke toilet pun selalu bersama. Biarpun kita sebenarnya bisa melakukannya sendirian. Kita memeilih mengajak teman untuk beraktivitas bersama.
Solusi : kebanyakan cewek yang hobi ngumpul bareng dan senang melakukan kegiatan bareng-bareng itu tidakpede dengan dirinya sendiri. Misalnya pada saat makan siang ita cenderung mengikuti keinginan teman-teman lain untuk makan di resto A dan kita tidak berani menetukan pilihan sendiri. Pokoknya ngikut terus.
Sesekali mengikuti pendapat orang , boleh-boleh saja, tapi kalau pada akhirnya sampai tergantung pada orang lain dan takut jalan sendiri, anda akan rugi sendiri. Karena tidak bisa menghargai pendapat dan keinginan sendiri, malah mengorbankannya untuk orang lain, demi diakui oleh kelompok . tidan usah takut punya prinsip sendiri begitu kita bisa menghargai diri kita sendiri pasti orang lain pun akan menghargai kita.
TERLALU BAIK
Tanda-tanda : saking baiknya ortu kita sering kali tidak kuasa menolak permintaan saudara yang kesusahan , bahklan rela berutang agar bisa membantu sauadara . dan kabiasaan ini juga ditanamkan pada kita sejak kecil untuk selalu siap sedia buat orang lain.
Begitu kita dewasa, setiap ada teman yang curhat, tanpa diminta, kita bertindak sebagai psikolog yang siap memberikan solusi. Bahkan kalau kita merasa tidak bisa menyelesaikannya . kita akan bertanya kepada semua teman-teman atau saudara untuk mendapatkan pemecahannya. Buntutnya, rahasia teman ini bisa tersebar ke seluruh penjuru dunia.
Solusi : boleh-boleh saja berniat mulia dan membantu teman keluar dari persoalan.tapi kalau terlalu ikut campur tangan…. Nanti dulu deh ! apapun alasannya menceritakan masalah pribadi sahabat ke orang lain, walaupun untuk mendapatkan solusi, tetap tidak dibenarkan. Namanya juga masalah pribadi, pastinya itu menjadi sesuatu yang rahasia.
Sebagai sahabat , kita memang sepatutnya menjaga kepercayaan yang sudah diberikan. Lagipula kalau dipikir-pikir,walaupun dia sahabat kita bukan berarti masalahnya menjadi masalah kita .
IRI, DENGKI,SIRIK…
Tanda-tanda : Meskipun tidak se extreme emak di bajaj bajuri, yang sirik pada mpok indun, nyokap kita kadang-kadang sering keceplosan gossip soal sodara atau tetangga yang nyebelin. Lama-kelamaan kita jadi terpengaruh untuk ikut ceplas –ceplos. Melihat teman yang cantik plus punya pacara ganteng . kita akan berkomentar ,” jelas aja cantik , perawatannya kan mahal “ “ cantik sih, tapi bodoh” pokoknya begitu kita melihat orang yang serba lebih dibandingkan kita, bawaannya nyolot dan iri terus.
Solusi : sudah tidak bisa disangkal kalaukita sebagai cewek pasti ingin kelihatan menarik di depan semua orang. Kita jadi membandingkan gaya kita, mulai dari pemakaian aksesoris , sepatu, baju dengan teman sekantor misalnya. Biar tidak kalah saingan. Kita menjadi kan seleb idola sebagai referensi. Parahnya , demi bisa tampil oke , kita jadi jebol tabungan dan berutang sana – sini.
Terobsesi ingin menjelma menjadi orang lain hanya akan membuat kita menderita. Tidak hanya tekor ,kita juga akan capek dan tidak akan pernah puas dengan diri kita sendiri.
Sebaiknya rasa iri ini kita jadikan sebagai motivasi untuk menjadi yang terbaik , tanpa merugikan diri sendiri. Tinggal pintar-pintarnya kita saja mengelola rasa iri ini. Dari pada sirik yang tidak jelas melihat yang badannya langsing, kenapa kita tidak mulai berolahraga dan berdiet ?





February 4th, 2009 at 6:13 pm