SULIT HAMIL? WASPADAI PCOs!
Belum hadirnya momongan bukan hal yang mudah diterima bagi pasangan yag sudah lama menikah. Selain berdampak pada kebahagiaan rumah tangga jka hal itu tidak diterima dengan bijaksana akan mengakibatkan pihak yang mengalami masalah merasa sangat tertekan. Terlebih, bagi wanita.
Dari berbagai penyebab sulit hamilnya seorang wanita, salah satunya adalah karena enderita polystic ovarium syndrome (PCOs) atau sindroma ovarium polikistik.
Sidroma ini menyebabkan wanita mengalami ketidakseimbagan hormon. Sehingga menghambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur) dari indung telur yang enyebabkan haid tidak teratur serta kemandulan.
Dalam sebuah penelitian di luar negeri, didapatkan tujuh dari sepuluh wanita yang mengalami kemandulan karena gangguan ovulasi, ternyata mengidap PCOs.
Angka ini cukup memberikan gambaran bahwa sindroma ovarium polikistik merupakan salah satu penyebab utama maslah kemdulan atau infertilitas pada wanita.
Sayangnya penyebab PCOs hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun beberapa hipotesis menyebutkan bahwa sindrom ini terjadi karena faktr genetis serta adanya resistensi insulin.
GEJALA BERVARIASI
Meski faktior peyebabnya tidak diketahui pasti, namun wanita yang mengalami kegemukan atau obesitas dianggap lebih rentan menderita Cos. Hal itu disebabkan karena wanita obes sering kali mengalami resistensi insulin.
Artinya, insulin yang tersedia di dalam tubuhnya cukupo melimpah karena sel-sel tubuhnya tidak bisa memanfaatkan insulin tersebut dengan baik. Akibatnya bisa mengganggu kestabilan hormon yang lain, seperti estrogen, dan androgen.
Bukan hanya penyebabnya, gejala PCOs seringkali juga tak bisa di pastikan karena sangat bervariasi. Sehingga, pemeriksaan dokter sangat diperlukan untuk memastikan.
Karena itu, jika sudah selama satu tahun menikah dan belum juga ada tanda-tanda dikaruniai momongan, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.
Berdasarkan pemeriksaan, seorang wanita dinyatakan menderita sindroma ovarium polikistik jika mengalami kondisi berikut :
- Anovulasi kronis
Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur yang sudah matang dari ovarium untuk dibuahoi sel sperma. Bila ovulasi tidak terjadi, maka tidak ada sel telur yang di hasilkan. Sehingga sulit hamil akibat tidak terjadi pembuahan.Pada wanita proses ovulasi ini terjadi setiap bulan. Namun, pada penderita PCOs, mereka tidak mengalami ovulasi (anovulasi) kondisi ini baru bisa diketahui jika dilakukan pemeriksaan, karen kondisi ini tidak tampak secara fisik.
Meski demikian terjadinya anovulasi kronis ini terkadang bisa ditandai dengan tidak teraturnya siklus haid. Misalnya, hanya tiga bulan sekali dan jumlahya sedikit atau tidak keluar sama sekali.
Penyebab kacaunya siklus haid pada penderita PCOs ini, akibat kadar insulin yang berlebihan dalam tubuh wnita yang menyebabkan hormon estrogen dan androgen meningkat dan mengacaukan siklus haid.
- Hiperandrogen
Hiperandrogen merupakan kondisi dimana kadar hormon androgen di dalam tubuh meningkat. Kondisi ini seringkali dialami waita yang menderita PCOs.Pada wanita yang menderita hiperandrogen, secara fisik akan mempunyai ciri seperti laki-laki. Misalnya mengalami hirsutisme atau pertumbuhan rambut yangtidak normall berupa tumbuhnya kumis,jenggot atau bercambang. Begitu juga rambut akan muncul di punggung dada dan perut atau kaki.
Hasil pemeriksaan positif
Pemeriksaan USG transvaginalsonography bisa digunakan untuk menguatkan dugaan terjadinya PCOs. Sebab, pada wanita yang menderita sindroma ini, ketika dilakukan USG, di dalam ovariumnya akan terlihat gambaran berupa kista kecil-kecil atau polikistik yang menyerupai kalung mutiara.
CARA MENGATASI
Karena salah satu penyebabnya diduga terkait dengan terjadinya resistensi insulin, maka kondisi inilah yang harus ditangani agar bisa mengendalikan sindroma ovarium polikistik ini. Adapun yang bisa dilakukan, antara lain:
- Normalkan berat badan
Bagi penderita Pcos yang disebabkan karena obesitas, hal wajib yang harus dilakukan adalah menurunkan berat badannya. Penurunan berat badan ini boleh dilakukan dengan berolahraga serta mengatur pola makan.Bagi mereka yang obesitas, penurunan berat badan sekitar 5-10 persen dari berat badan semula selama 3-6 bulan, membuka peluang sebanyak 80-100 persen untuk bisa mendapatkan siklus haid kembali normal. Ini merupakan salah satu indikator kesuburan.
Namun, menurunkan berat badan pada penderita sindrom ini pada penderita sindrom ini tidak semudah orang biasa. Sebab, harus membatasi makanan agar lemak yang akan disimpan dipaksa dipakai, dan juga harus mengkonsumsi diet rendah karbohidrat dan tinggi protein yang teratur.
Karena untuk mengatasi Pcos berat badan penderita harus normal, wanita yang kelewat kurus juga harus menigkatkan berat badannya hingga bobotnya normal. Yaitu, berpatokan pada nilai BMI ( body mass index) antara 22-25. Ini karena bisanya wanita kurus biasanya siklus haidnya juga kacau. Karena itu, mereka juga harus menstabilkan berat badannya.
- Pengobatan
Penderita PCOs yang disebabkan selain obesitas, dapat ditangai dengan bantuan pengobatan. Pada mereka yang mengalami PCOs akibat resistensi insulin, dokter kan memberikan obat yang sesuai.Biasanya dokter akan memberikan obat diabetes karena memang ada kaitan resistensi insulin dengan diabetes.





April 10th, 2009 at 12:56 am
Artikel yang menarik dan membuka wawasan…
Saya adalah wanita yang sudah menikah satu tahun empat bulan, tapi belum dapat momongan. Hal ini menjadi beban karena kami merindukan penerus keturunan… Bila ada artikel-artikel masalah sulit hamil ini, tolong forward-kan ke saya…
trims!!
May 6th, 2009 at 8:46 pm
saya juga pernah disuruh diet dan minum obat diabetes… mungkin karena ini….
May 22nd, 2009 at 5:09 am
good artikel,PCOs sama gak ya dg kandungan yang gak subur?gemana penanganan nya?
May 22nd, 2009 at 5:11 am
good artikel,PCOs sm gak ya dg kandungan gak subur?
July 11th, 2009 at 10:54 pm
artikel yang bagus tp kurang lengkap infonya…
saya mau curhat..
saya beberapa tahun yang lalu sampai sekarang merasakan nyeri perut kiri tapi timbul tiba2..rasanya seperti tertusuk…tp tidak mengganggu hanya ngerasa ga nyaman
kemaren saya usg hasilnya ada polikistik ovarium berupa massa kistik diameter 0.6 cm.
tetapi masih praduga karena saya sedang masa subur sekarang dan disuruh evaluasi 3 bulan lagi pasca mens.
3 tahun yg lalu saya juga pernah usg dengan hasil folikel ditempat yang sama dengan diameter yang sama
apa sebenarnya sakit saya ini…
tolong bantuannya
July 26th, 2009 at 8:25 pm
saya juga penderita PCOs.. namun ketika tes darah (glukosa puasa dan insulin)ternyata hasil insulin terlalu rendah (dibawah nilai rujukan). saya sudah diberi obat dan mens saya jadi teratur tiap bulan dan pada tanggal yang sama. dulu pernah usg transv, hasilnya sel telurku diameternya tidak ada yang mencapai minimun, namun setelah diberi obat gluchopage (metformin) dan kemarin usg transv lagi hasilnya ada satu sel telur yang diameternya memenuhi standar. ya semoga bisa lancar… mohon doanya…
November 3rd, 2009 at 3:07 am
saya jg ternyata dinyatakan penderita PCOS. tp taunya setelah ingin program anak ke 2. tau cara diet yg benarnya gimana ya???? apa penyebabnnya cm krn genetik ? krn sy tdk obesitas n gula darah normal selalu. mohon doanya….
November 3rd, 2009 at 4:43 am
BERSEMANGAT !!! ada temen pcos bisa hamil skrg anaknya cewe… mari selalu berharap & usaha yaaa….
January 16th, 2010 at 12:46 am
Sy sptny jg PCOS soalny haid sy dr gadisny g teratur skrg sy ud menikah slama 2thn 5bln sedh rasany blum hamil2 sy memg gemuk sech dr kcl skrg aja BB sy aja 88kg bulan kmaren sempat 92kg susah Bbnya slalu Yoyo naik turun mau diet biar Bbnya normal susah bgt
February 23rd, 2010 at 11:43 pm
Bulan kemaren aq jg di vonis pco ma dokter ku. tapi cuma sebelah aja (kiri apa kanan aq lupa. hehe…). dokter sih ga bnyk omong. aq cm dikasih metformin 500 3×1. apa aq tetep hrs diet ya ? BB ku 55kg, TB 160 cm…ideal ga sih ??
July 31st, 2010 at 6:33 pm
[...] aktivitas yang biasanya selalu dilakukan oleh orang-orang yang akan berhubungan suami istri. Menghitung masa subur dilakukan untuk menghitung besar kecilnya peluang si istri untuk bisa [...]
August 3rd, 2010 at 7:04 am
Ass.wr.sukron atas artikelnya.istri ana hampir punya semua ciri ciri diatas,bagaimana cara mengatasinya ?